Minggu, 03 Juli 2016

[Resensi] Cocky Bastard - Penelope Ward & Vi Keeland

Judul buku: Cocky Bastard
Penulis: Penelope Ward & Vi Keeland
Penerbit: EverAfter Romance
Tahun terbit: Agustus 2015
Tebal buku: 337 halaman


Baca Cocky Bastard via Bookmate


BLURB

He was someone who belonged in my wildest fantasies instead of a rest stop in the middle of Nebraska.

A sexy, cocky, Australian named Chance was the last person I expected to run into on my cross-country drive.

When my car broke down, we made a deal. Next thing I knew, we were traveling together, spending sexually-tense nights in hotels and taking unplanned detours. 

My ordinary road trip turned into the adventure of a lifetime. It was all fun and games until things got intense.

I wanted him, but Chance wouldn’t make a move. I thought he wanted me too, but something was holding him back. 

I wasn’t supposed to fall for the cocky bastard, especially when I knew we’d be going our separate ways.

All good things must come to an end, right? 

Except our ending was one I didn’t see coming.


RESENSI

Dalam perjalanannya dari Chicago ke Temecula, California, Aubrey bertemu dengan Chance Bateman. Seorang pria arogan nan seksi yang menyapanya di toko sovenir. Ketika hendak melanjutkan perjalanan, Aubrey menyadari ban mobilnya kempes, Chance menawari Aubrey untuk membantu mengganti ban, asalkan Aubrey mau memberinya tumpangan karena kendaraan yang dibawa Chance rusak.

“Yes. Yes, I am. If I change your tire, you let me ride with you.”
“Ride with me?”
“Ride me, yes.”
“What did you just say?”
“You’re hearing things.”

Maka mereka pun melakukan perjalanan bersama, dan mau tak mau saling mengupas kepribadian masing-masing. Chance tahu Aubrey baru saja patah hati karena dikecewakan mantan kekasihnya dan berniat memulai kehidupan baru di Temecula. Aubrey tahu Chance adalah mantan atlet profesional dan berhenti karena cedera.
Perjalanan mereka semakin terlengkapi saat tanpa sengaja Aubrey menabrak seekor anak kambing di jalan. Karena khawatir, Aubrey bersikeras membawa binatang itu bersama mereka.
Tanpa bisa dihindari, hasrat dan gairah yang mereka rasakan satu sama lain semakin kuat dan membawa mereka ke Las Vegas. Dan setelah menghabiskan malam panas bersama... keesokan paginya Chance menghilang tanpa jejak.
Kemana perginya Chance? Bisakah Aubrey melanjutkan hidupnya dan melupakan Chance? Ataukah Chance akan kembali?

---------------------

Nggak nyangka saya bakal suka banget sama novel dengan POV orang pertama begini! Sebenarnya kalau disuruh milih baca novel dengan POV orang pertama atau ketiga, saya milih POV orang ketiga. Lebih nyaman bacanya karena saya nggak terlalu penasaran dengan perasaan salah satu tokoh utamanya. Tapi novel ini, gilaaaak... bikin perasaan saya jungkir balik gak karuan.

Cocky Bastard terbagi menjadi dua bagian. Bagian satu dengan POV Aubrey adalah kisah pertemuan Aubrey dan Chance, perjalanan mereka yang asyik banget dan penuh flirting, hingga Aubrey yang ditinggal oleh Chance. Di bagian awal ini sumpah lucu banget. Dialognya cerdas dan chemistrynya bagus. Semakin seru waktu si anak kambing ikutan gabung dan adegannya makin konyol-konyol nggemesin. Mulutnya Chance astagaaa... Wkwkw~ saya antara kepengin nyium dan mau nyumpel pake sandal sekaligus. XD
Chance jenis pria yang seksi bukan hanya fisik tapi juga pemikirannya, saya bisa betah mendengarkan opininya yang kadang gila tapi benar dan dalem itu.
Adegannya manis banget. Mulai dari penyelamatan si anak kambing, kemping, tour ke Las Vegas. Saya juga merasa penulis begitu cerdas ketika membuat adegan Chance "hilang" pertama kali, dan kemudian kembali. Kembalinya Chance dan kalimatnya itu bikin saya sebagai pembaca yakin pada Chance dan kemudian syok karena Chance benar-benar tega melakukannya.

Cover asli Cocky Bastard yang nggak begitu saya suka :p

Di bagian kedua adalah POV Chance tepat dua tahun setelah ia meninggalkan Aubrey. Ternyata ada alasan kuat kenapa Chance pergi. Bukan alasan ala-ala sinetron seperti di beberapa novel, seperti karena Chance sakit (walaupun saya sempat mikir begini juga) atau karena harus terjebak wanita lain, tapi alasan yang.... duh bikin patah hati beneran. How sweet he is.
Jadi Chance lalu memutuskan untuk menemui Aubrey kembali. Sempet syok dan patah hati saat tahu Aubrey sudah punya pacar. Tapi perjuangannya Chance itu gila... bikin meleleh kalau saya sih mah. Mulai dari stalking, beli kopi Starbuck yang mirip dengan pesanan Aubrey, kasih sarapan Aubrey hingga motongin rumput di halaman rumah Aubrey dan menemukan.... Pixy si anak kambing mereka yang dipelihara Aubrey. Ya ampun manis banget sih dua orang ini.
Di bagian ini suasananya mulai serius, meski tetap aja Chance bandel mulutnya masih suka mancing-mancing dan kadang sok sengaja selip salah omong. Wkwkwk~
Saya juga suka banget sama Aubrey. Pintar, kuat dan baik banget. Meski rada sebel karena nggak mau langsung nerima Chance balik setelah tahu alasannya, tapi saya juga paham kalau dia trauma. Saya suka karena dia bisa menanggapi Chance sama cerdasnya. Bisa balik menggoda dan ikutan nakal. Hahaha...

Ini kisah cinta yang manis banget bagi saya. Apalagi karena saya memang suka dengan novel yang akhirnya si pria usaha ngejar-ngejar heroinenya. Dan baru Chance lah yang usahanya niat banget menurut saya. Aaaah bahkan sampai sekarang saya belum bisa move on!
Saya rekomendasikan banget deh novel ini bagi penyuka novel sweet and witty and hawt, asaaaal udah 17 tahun ke atas yaa ;)



0 komentar:

Poskan Komentar

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon